Feminisme : Aliran-Aliran dan Sejarah Naiknya Isu Feminisme
Feminisme ditemukan pada awal abad ke-19 oleh seorang sosialis berkebangsaan Perancis bernama Charles Fourier. Tetapi, gerakan Feminisme sendiri sudah muncul satu abad sebelumnya karena isu liberalisme dan equality yang sedang gencar diangkat. Pertengahan abad ke-18, banyak perempuan dari berbagai negara bersatu untuk mencapai emansipasi atau kesetaraan, pada akhirnya kelompok ini dijadikan pusat gerakan feminisme. Feminisme ini sendiri adalah sebuah paham yang berakar pada tuntutan perempuan untuk mendapatkan kesetaraan di berbagai lini kehidupan, misalnya pendidikan dan pekerjaan.
Gerakan Feminisme didasari oleh keadaan yang membuat perempuan sering tertindas. Gerakan-gerakan Feminisme mempunyai tuntutan, "jika laki-laki bisa, yaa perempuan juga bisa. Jika laki-laki boleh, yaa perempuan juga boleh. Laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama! Kesetaraan!" Yang akhirnya menarik banyak simpati sebelum menyebar luas.
Hingga saat ini, terdapat delapan (8) macam jenis Feminisme:
- Feminis Liberal yang memandang diskriminasi terhadap perempuan tidaklah adil dan seharusnya laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama untuk sukses di masyarakat.
- Feminisme Radikal yaitu kelompok yang menganggap bahwa sistem patriarki tidak pernah bisa direformasi dan pemikiran dasarnyalah yang seharusnya dirubah.
- Feminisme Marxis dan Sosialis yaitu kelompok yang memandang bahwa tidak ada kebebasan mutlak selagi adanya kapitalisme.
- Feminis Psikoanalitis merupakan kelompok yang fokus pada pemikiran Sigmund Freud untuk lebih paham tentang peran gender dalam penindasan perempuan.
- Feminis Care-Focused yang terfokus membahas citra perempuan yang dianggap ketergantungan pada hubungan komunitas.
- Feminis Multicultural/Global/Postcolonial yang berskala global dan fokus pada penyebab dan penjelasan kenapa kedudukan perempuan berada di bawah laki-laki.
- Feminis Ecofeminis yang percaya bahwa hubungan tidak hanya terjalin antar sesama manusia, tetapi juga terhadap hewan dan tumbuhan.
- Feminis Postmodern yang lahir di abad 20 dan fokus pada penghapusan konsep maskulin dan feminim.
Sebenarnya, gerakan Feminisme bertujuan baik, hanya saja terjadi banyak perkembangan dan tuntutan mereka pun semakin banyak.
"Perempuan tidak bersikap irrasional!"
"Perempuan bukanlah pekerja seksual yang sama dengan buruh yang terikat kontrak!"
Yang kemudianmelahirkan beberapa hal negatif seperti:
- Standar yang menganggap bahwa Ibu Rumah Tangga (IRT) adalah perempuan yang lemah.
- Munculnya sikap materialisme yang didukung oleh budaya konsumtif.
- Propaganda yang mendukung untuk menjadi lesbian, unwed (unwedding/tidak menikah), free sex (seks bebas), dan inseminasi buatan yang dianggap sebagai jalan keluar atas tanggungjawab sebagai IRT.
- Anggapan bahwa berumahtangga adalah keputusan yang hanya akan menghambat perkembangan dan bersifat destruktif.
Dibentuk pada tahun 2008, Femen adalah satu dari sekian kelompok Feminis, akan tetapi kelompok ini sering menarik perhatian umum saat demonstrasi dikarenakan ciri khas mereka yang bertelanjang dada bahkan tanpa busana dan mencoret-coret tubuh mereka dengan slogan-slogan Femen seperti:
"Our weapon are bare breast!""I am a woman not an object!""Our God is a Woman!""Stop sex tourism!""Girls shouldn't sell themselves!"
Pada dasarnya Femen menginginkan perbaikan atas kondisi perempuan yang acapkali menjadi korban kekerasan serta diskriminasi. Mereka menginginkan kebebasan mutlak dengan alasan bahwa Tuhan menciptakan mereka dalam keadaan bebas akan kepemilikan mutlak atas tubuh mereka, dengan alasan yang serupa mereka menuntut hak aborsi dengan membuat slogan, "abortion is sacred!
Pada akhirnya, Femen menjadi dualis dan terjebak di dalam pemikirannya sendiri. Dengan bertelanjang dada ataupun tanpa busana dan menyerang tokoh masyarakat mereka beranggapan telah menyelesaikan ketimpangan yang dialami perempuan. Padahal, dengan tindakan seperti itu mereka tidak menyelesaikan apapun dan tidak mencerdaskan perempuan. Alih-alih mengangkat martabat perempuan seperti tuntutan, mereka malah mengganggu ketertiban publik karena aksi mereka yang sering diiringi kekerasan.

0 Response to "Feminisme : Aliran-Aliran dan Sejarah Naiknya Isu Feminisme"
Post a Comment