10 Chipset Atau Prosesor Smartphone Yang Masih Ada Dan Pernah Ada
10 Chipset atau Prosesor Smartphone yang Masih Ada dan Pernah Ada
1. Apple Bionic
Salah satu prosesor terbaik apple bionic series saat ini adalah A13 yang ditanamkan di iPhone 11, Pro, dan Pro Max Tidak tanggung-tanggung, Apple mengklaim bahwa prosesor ini yang paling bertenaga di semua smartphone yang ada.
Hal ini masuk akal, pasalnya ketika prosesor A12 Bionic yang rilis tahun lalu diuji benchmark, hasil memperlihatkan bahwa prosesor Apple tahun lalu saja sudah lebih baik ketimbang Snapdragon 855.
Tak heran jika di iPhone tahun ini, Apple berani mengklaim bahwa prosesornya paling bertenaga.
Dalam keynote iPhone 11 pun, Apple memperlihatkan grafis di mana kinerja A13 Bionic lebih baik ketimbang beberapa prosesor flagship yang ada, seperti Snapdragon 855, Kirin 980, dan juga Snapdragon 845.
Namun ternyata prosesor ini hebat dalam hal kinerja, namun juga soal efisiensi daya. Ini adalah fokus baru dari Apple untuk iPhone agar konsumsi daya iPhone makin efisien.
Chip baru ini menggunakan teknologi 7 nanometer generasi kedua. Hal ini diraih Apple dengan cara mengoptimalkan arsitektur menggunakan CPU efisiensi 4 inti.
Selain itu, prosesor ini bisa mengubah bagian tertentu dalam inti chip untuk beberapa tugas spesifik. Hal ini bisa dicapai dengan menggunakan ratusan domain voltase agar sekali lagi, efisiensi daya bisa tercapai.
2. Qualcomm Snapdragon Series
Snapdragon merupakan chipset yang paling banyak ditemukan di perangkat smartphone saat ini, baik untuk smartphone kelas entry level maupun flagship. Snapdragon merupakan produk keluaran Qualcomm yang diklaim memiliki keunggulan dalam segi performa, konsumsi daya, dukungan grafis dan koneksi jaringan 4G.
Sementara untuk varian Snapdragon ini bisa ditemukan di perangkat handphone seperti Xiaomi, HTC, Oppo, Motorola dan juga Asus.
Cluster pembagiannya sendiri yakni seri 8xx untuk seri high end, 6xx untuk seri mid end, dan 4xx untuk seri low end.
3. Intel
Tak hanya membuat chipset untuk PC atau Laptop, Intel juga memiliki chipset untuk smartphone yang diklaim tidak boros baterai dan minim overheat yaitu Intel Atom X3 (soFIA). Salah satu keunggulan chipset ini yaitu kemampuan prosessor dual core yang diklaim hampir sama dengan quad core. Beberapa merk smartphone yang mencoba chipset intel ini antara lain Asus Zenfone, Dell Venue, Lenovo, Acer Iconia, Samsung Galaxy Tab, Motorola dan Axioo Picophone i1.
4. MediaTek
MediaTek atau biasa disingkat MTK merupakan chipset yang juga banyak dipakai di perangkat smartphone saat ini, terutama keluaran Asia. Meski tergolong murah karena menargetkan pasar smartphone menengah, namun bukan berarti prosesor Hp Mediatek memiliki kualitas buruk.
Prosesor ini memiliki beberapa lini pembagian, seri terbaik saat ini yang diperuntukkan untuk flagship adalah Dimensity 1000, Seri Helio G untuk tipikal gaming, seri P untuk ponsel mid end dan low end kebawah, dahulu mediatek terkenal dengan baterai yang boros dan kinerja yang kalah dibanding kompetitor namun kini peformanya sudah sangat membaik dibanding generasi terdahulunya.
5. Exynos
Tidak hanya dikenal sebagai penyedia smartphone, Samsung juga memiliki divisi pengembangan System On Chip (SoC) yang diberi nama Exynos. Chipset Exynos ini diklaim mampu menjalankan game-game HD tanpa lag sedikitpun. Chipset ini memiliki keunggulan di grafis dan juga konsumsi daya sehingga cocok untuk smartphone gaming. Terlebih lagi chipset ini disandingkan dengan GPU Mali yang merupakan salah satu GPU terbaik.
Meski dibuat Samsung, namun chipset ini juga bisa ditemukan di smartphone keluaran Meizu dan Lenovo. Samsung varian galaxy A7, j3, j5, dan j7 serta Galaxy S20, S20 Ultra, dan Samsung Galaxy note 10 juga sudah dilengkapi dengan Exynos series terbaru.
Exynos 9820 adalah chipset yang digunakan di Samsung Galaxy S10, lalu ada Exynos 7885 adalah chipset Exynos kelas menengah. Chipset ini banyak digunakan di ponsel Samsung kelas menengah, seperti Samsung Galaxy A7 (2018), Samsung Galaxy A8 (2018) Samsung Galaxy A8+ (2018), dll
6. Nvidia Tegra
Tak mau ketinggalan, Nvidia yang dikenal sebagai produsen kartu grafis PC dan laptop gaming murah ternyata juga memiliki chipset untuk smartphone; Nvidia Tegra. Chipset keluaran Nvidia ini dikenal sebagai pencetus penggunaan quad core di lini smartphone dimana prosesor Hp lain masih menggunakan dual core. Chipset terbaru dari Tegra adalah Nvidia Tegra X1 yang sudah quad Core dan memakai Cortex A57.
Chipset ini dikhususkan buat pecinta game yang tahan berlama-lama bermain game HD. Kekurangan chipset ini adalah terlalu banyak mengkonsumsi daya. Meski demikian, banyak brand smartphone yang tetap menggunakan chipset ini, seperti HTC One, Xiaomi Mi Pad, Asus Nexus, NVIDIA Shield, Samsung Galaxy Tab, Motorola, Sony Tablet dan Microsoft Surface.
7. OMAP
OMAP (Open Media Application Platform) adalah chipset yang dikembangkan oleh Texas Instrument. Meskipun tidak begitu terkenal, namun OMAP sudah memiliki 5 versi yang diklaim lebih baik dari versi chipset lain yang pernah mereka buat. Chipset OMAP sendiri lebih banyak digunakan di Amerika Serikat. Beberapa vendor smartphone ternama yang pernah menggunakan chipset ini yaitu Samsung Galaxy Nexus, Blackberry Q10, Lenovo, LG Optimus, Motorola Droid, Amazon Kindle dan Huawei Ascend.
8. PXA
PXA merupakan jenis chipset yang diproduksi oleh perusahaan bernama Marvell. Meskipun jarang terdengar, tapi sebenarnya chipset ini sudah memiliki 8 versi, salah satunya adalah PXA1918 yang sudah menggunakan 32 bit dan 64 bit. Chipset ini jarang dipakai untuk smartphone di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada yang memakai prosesor ini. Jajaran smartphone yang pernah menggunakan chipset PXA adalah HP Slate Voicetab Series, Samsung Galaxy Tab, Motorola Moto, HTC Advantage X7510 dan smartphone keluaran Coolpad.
9. Surge S1
Prosesor yang satu ini menggunakan teknologi proses 28 nm dan merupakan seri prosesor Pinecone terendah. Sementara untuk prosesor Pinecone V970 versi tertinggi menggunakan teknologi prosesor 10 nm.
Surge S1 telah dilengkapi degan delapan core Cortex-A53 yang terdiri dari 4 core berkecepatan 1,4 GHz dan 4 core berkecepatan 2,2 GHz. Menariknya, Surge S1 mendapatkan hasil skor 64.817 dalam pengujian AnTuTu dan mampu melibas prosesor Qualcomm Snapdragon 625, MediaTek P20, hingga P10.
10. Huawei Kirin
Selain Samsung dan Xiaomi, produsen ponsel yang juga memproduksi chipset sendiri adalah Huawei. Perusahaan besar asal Tiongkok ini memiliki anak perusahaan yang memproduksi chipset, HiSilicon. Perusahaan yang didirikan pada 1991 ini adalah perusahaan semikonduktor yang memiliki lisensi desain CPU ARM Cortex. Produk chipset yang dikeluarkan HiSilicon dikenal dengan nama, Kirin.
Chipset Kirin ini hanya digunakan di perangkat ponsel produksi Huawei dan sub-brand Huawei, yakni Honor. Ponsel-ponsel Huawei terbaru umumnya sudah memakai chipset ini meskipun terkadang, beberapa ponsel besutan Huawei maupun Honor sesekali memakai chipset Snapdragon maupun MediaTek.
Kategorinya seri 9xx untuk seri tertinggi dan umum digunakan di flagship huawei, 7xx untuk seri mid end, dan 6xx untuk seri low end.
Source:

0 Response to "10 Chipset Atau Prosesor Smartphone Yang Masih Ada Dan Pernah Ada"
Post a Comment