Sejarah Dan Perkembangan Senjata M16
Awal
Berawal dari perang korea, sebuah penelitian oleh Operations Research Office (ORO) yang di bentuk oleh Universitas Hopkins dan di sponsori oleh US Army, di dalam penelitian itu ada 2 laporan penting yang di sebut laporan Hall dan Hitchman.
Laporan pertama menekankan bahwa sebagian besar tembakan yang mengenai musuh di pertempuran berada pada jarak yang cukup dekat (300m) pada kondisi tidak dibidik dan acak, hal ini membuat obsesi untuk tembakan jauh dan dibidik semakin menurun untuk US Army.
Laporan kedua menyarankan cara yang efektif untuk meningkatkan peluang mengenai target di pertempuran adalah dengan menembakan peluru ber kaliber kecil yang berkecepatan tinggi dengan penyebaran yg terkontrol, konsep ini akan menginisiali proyek SALVO untuk mengembangkan senapan dengan kaliber kecil, banyak ide masuk itu proyek itu, mulai dari menggunakan peluru konvensional, peluru seperti anak panah, dan peluru yang “menperbanyak” untuk mencapai efek seperti shotgun atau dengan tembakan tiga putaran.
Akhirnya US Army memilih konsep menembak 3 putaran dengan peluru “anak panah” yang diberi nama APHHW (All Purpose Hand Held) yang nanti nya akan diganti namanya menjadi SPIW( Special Purpose Individual Weapon). Sementara itu beberapa orang dalam US Army memilih jalan yang konvensional untuk masalah yang sama, dengan senapan otomatis konvensional dengan peluru berkaliber kecil biasa.
Pada akhir tahun 1950an sampai awal 1960an terdapat banyak pengembangan untuk peluru baru, kaliber yang optimal, dan design senapan yang baik. Masalah nya, proyek SPIW terlihat harus dihentikan dan senapan yang baru di adopsi baru M14 yang sudah memiliki masalah produksi.
Masuk nya Armalite
Pada tahun 1957,karena laporan dari Vietnam akan M14 yang sulit di kontrol dan pasukan tak bisa membawa cukup banyak amunisi untuk untuk menjaga superioritas tembak, US Army meminta Armalite divisi dari Fairchild Aircraft Corp untuk pengembangan senapan dengan kaliber .22, yang ringan, dapat pilih tembak, dan dapat menembus helm besi standar pada jarak 500 meter. Eugene Stoner designer Armalite mulai mendesign senapan dengan basis dari senapan ia yang sebelum nya AR-10, di saat yang bersamaan Sierra Bullets dari Remington yang berkerjasama dengan Armalite mengembangkan amunisi kaliber .22 baru dari .222 Reminton Magnum Hunting Cartridges. Awal nya amunisi ini diberi nama .222 Remington Special, dan dirilis sebagai .223 Remington(designasi metrik dari 5.56x45mm). Tahun selanjutnya US Army siap menguji senapan baru AR-15, namun US Army menolak design dari Armalite karena lebih memilih M14.
Ini bukan pertama Armalite ingin memenuhi permintaan US Army, sebelumnya mereka mengikuti tes untuk senapan baru pengganti M1 Garand, dengan senapan AR-10 mereka, meski dinilai sebagai senapan ringan yang baik bahkan terbaik yang pernah di tes oleh US Army Springfield Armory, US Army lebih memilih M14 yang bisa dibilang M1 Garand dengan magazine box dan kemampuan untuk menembak secara otomatis.
Karena berfirasat senapan ini tak dapat mengungguli M14 yang baru di adopsi, kemungkinan tak ada profit dari senapan ,dan sedang mengalami krisis finansial. Fairchild induk perusahaan dari Armalite, menjual semua dokumen dan hak lisensi untuk AR-10 dan AR-15 pada Colt, meski colt dalam ujung kebankrutan tapi mereka memiliki pembelian senapan yang bagus yang ditengahi oleh Perusahaan Cooper Macdonald. Lalu Colt membayar 75.000 $ pada Armalite dan memberi royalti 4.5% dari pembelian senapan AR-15, Armalite pun mengembangkan senapan lain untuk mereka jual (AR-18). Lalu Bobby Macdonald yang mengatur pembelian senapan untuk Colt, melakukan “tur asia” untuk mendemostrasikan senapan Armalite(AR-10 dan AR-15) untuk mendapat pembelian senapan dari militer, Macdonald sendiri men spesialisasi dirinya dalam penjualan militer di asia. Ia tur ke India, myanmar, thailand, malaysia, dan filipina, dalam tur tersebut Macdonald melihat bahwa negara-negara di asia sangat tertarik dengan AR-15 dibanding AR-10, sampai di akhir tur nya ia memberikan sisa amunisi 7.62 NATO yang dipakai AR-10 ke Filipina karena tak ada satu negara pun yang mau AR-10, ia berhasil menjual senapan pada India dan Malaysia untuk dicoba. Macdonald menghubungi Colt untuk melihat apa yang mereka lakukan, Colt menyiapkan produksi besar untuk AR-10 lalu Macdonald meyakinkan Colt untuk berfokus pada produksi AR-15 dan menghentikan persiapan produksi AR-10, karena menurutnya AR-15 memiliki potensial tinggi.
Adopsi
Bagaimana pikiran militer amerika untuk mengadopsi dan sudah di produksi secara masal nya M14 bahkan militer amerika pun sudah mendebatkan standarisasi amunisi dari M14 di NATO, berubah jadi ingin mengadopsi AR-15 ?, hal ini diawali dari Richard Boutelle Presiden dari Fairchild Corp yang juga teman baik dari Curtis LeMay kepala staff angkatan udara amerika yang sudah memiliki karir panjang saat Perang Dunia II di Angkatan Udara.
Pada saat LeMay sedang ulang tahun ia menyiapkan acara menembak, lalu Boutelle memberitahu nya soal senapan baru yang keren, LeMay pun setuju untuk melihat senapan itu saat pesta ulang tahunnya, lalu Bobby Macdonald datang ke pesta ulang tahun dengan AR-15, ia sudah menyiapkan semangka untuk di tembak kemudian ia dan LeMay menembak semangka bersama. LeMay sangat terkesan dengan AR-15 menurutnya senapan ini ringan dan mudah untuk digunakan.
Angkatan Udara sendiri adalah kesatuan yang independen dari US Army. Angkatan Udara perlu mengganti M2 Carbine yang digunakan untuk menjaga bandara dan instalisasi misil mereka dengan senapan baru, karena tak ada banyak persediaan M2 Carbine di dalam US Army. Karena hal ini LeMay melihat AR-15 sebagai pengganti sempurna dari M2 Carbine, LeMay pun mengajukan tes untuk AR-15 pada militer amerika, namun ditokal 2 kali, pada pengajuan ke 3 akhir nya memaksa Aberdeen Proving Ground untuk menilai senapan itu yang sebelum nya mereka tolak, di tes tersebut terlihat banyak keunggulan dari senapan tersebut yang mereka tak dikira. Pada Juli 1960 LeMay secara formal merekomendasikan AR-15 untuk digunakan oleh angkatan udara dan membeli banyak AR-15, hal ini membuat beberapa AR-15 bisa di kirim ke Vietnam.
Robert McNamara menteri pertahaan amerika saat ini menilai US Ordnance sebagai lembaga yang tak efektif dan menilai orang-orang ia lebih baik daripada US Ordnance(nanti nya ia akan menutup US Ordnance), dari bagian itu mereka(orang-orang McNamara) mulai memikirkan senapan apa yang mereka bisa diberikan pada sekutu Vietnam Selatan, jawaban mereka dengan memberi pasukan Vietnam Selatan dengan M1 Garand, BAR, Thompson, dan Grease Gun. Senapan yang berat untuk orang asia yang profil pendek dan kecil yang tentu tak nyaman digunakan bagi mereka.
Lalu ARPA-Army Research Project Agency(sekarang DARPA) menginginkan eksperiment penggunaan AR-15(1.000 buah) di Asia Tenggara, hal ini menjadi Project Agile, proyek tes lapangan senapan baru bagi Vietnam Selatan dengan pengawasan dari amerika, hasil nya respon yang sangat antusias dari pasukan Vietnam Selatan.
Pada 1964 Program M14 berakhir, US Army tak memiliki cukup M14 untuk dipakai dan rencana mereka pada 1965 proyek SPIW akan selesai, program ini dinilai akan menghasilkan “senapan super” yang memiliki kemungkinan mengenai sasaran yang 2 kali dari senapan sebelum nya, memilki pelontar granat, mempunyai mode sembur 3 tembakan, memakai amunisi “anak panah”, dan tentu akan menyelesaikan masalah dalam US Army. Namun Proyek SPIW tak berjalan sesuai rencana yang membuat mereka akan menunggu 2 tahun, di saat itu mereka masih membutuhkan senapan baru hal ini membuat US Army membeli 85.000 AR-15/M16 sebagai pengganti sementara SPIW. Namun proyek SPIW berhenti karena tak dapat di produksi masal dan respon pasukan di Vietnam sangat positif(sebelum masalah malfungsi), bahkan saat pertempuran Ia Drang satu resimen tempur amerika tampa pengalaman bertempur dan dengan menggunakan senapan AR-15(bukan M16 model asli AR-15) berhasil melawan 3 resimen Vietnam Utara yang memiliki pengalaman dari perang melawan Prancis yang memakai AK (Type 56 atau AKM).
Pembelian besar pertama AR-15 datang pada 1963 dengan 85.000 bagi US Army dan Marinir(XM16E1), 19.000 untuk Angkatan Udara(M16). M16 angkatan udara tidak lebih hanya AR-15 dengan tanda angkatan udara, berbeda dengan XM16E1 US Army dengan tambahan foward assist alat untuk mendorong manual bolt senapan ke depan bila macet, Eugene Stoner selaku salah satu designer dari AR-15 bukan penggemar dari Foward Assist
“menurutku dalam pengembangan, dan tes di India, Eropa, dan di semua Amerika Serikat. Saat aku dalam banyak program tes, aku tak pernah melihat contoh apa yang baik, dalam pasir dan lumpur segala tipe kondisi tembak di dunia, aku selalu takut pada alat penutup bolt, karena ketika katrid tak mau masuk ke dalam senapan dan kamu masukan ke dalam ruang tembak, biasa nya kamu menambah masalah dengan memaksa masuk katrid nya, hal yang selalu kupikirkan adalah mengeluarkan katrid keluar dan melihat apa masalah yang terjadi daripada memasukan paksa dan menambak nya”
US Army tetap menginginkan foward assist, namun bagi angkatan udara sudah cukup dengan model biasa dari AR-15.
Masalah
Diawali dengan penggantian propelant awal dari amunisi M16(Dupont IMR) ke propelant bola standar tampa tes, propelant baru membuat residu yang lebih banyak sehingga membuat pipa gas kotor dan mempunyai kurva tekanan yang berbeda sehingga membuat M16 yang awal nya memiliki rata-rata tembak 750 per menit menjadi 900 per menit. Hal ini diperparah dengan Colt yang mengiklankan senapan ini bisa membersihkan sendiri jadi tak perlu alat pembersih dan tak memakai lapisan krom di barel dan bolt yang membuat senapan sensitiv pada korosi. Setelah banyak masalah dan berita ke publik akhir ada aksi yang dilakukan untuk membuat masalah ini selesai, dengan menambah buffer pada senapan akhir nya M16 dapat bekerja meski tak sebaik awal diadopsi. US Army tak menemukan siapa yang bertanggung jawab atas terjadi nya masalah ini.
Mitos
Mitos pada senapan ini tentu akibat dari masalah yang terjadi pada Vietnam, banyak yang mengira senapan seri AR-15 khusus nya M16 mudah macet, dan membuat asumsi karena lumpur atau medan di vietnam padahal tidak, justru tak seperti kebanyakan senapan(AK masuk), senapan model AR-15 tak mudah macet bahkan tetap bekerja meski terkena banyak lumpur tentu berbeda dari kepercayaan banyak orang, design dari senapan ini membuat kotoran dari luar tak mudah masuk, dan gas yang keluar dari lubang di bolt membuat permukaan bolt bersih.
Sumber:

0 Response to "Sejarah Dan Perkembangan Senjata M16"
Post a Comment