Beberapa Musik Indie Yang Enak Didengar Untuk Menikmati Kopi dan Senjamu

Tak kenal maka tak sayang. Menurut saya musik indie atau mainstream sama aja tidak ada yang lebih superior atau inferior. Selama enak didengar ya bakal saya lahap tidak peduli genrenya hehe, malah bersyukur ada musisi lokal bikin musik sesuai isi kepala bukan ngikutin selera pasar. Ini menambah warna musik lokal kita lebih bervariasi.

Berikut musisi lokal berbagai genre yang mungkin kurang tersorot tapi kualitas melodi dan liriknya tidak main-main. Silakan didengar, diresapi dan artikan sesuai selera masing-masing. Kalau ada ayng mau nambahin monggo:

1. 𝗔𝗱𝗵𝗶𝘁𝗶𝗮 𝗦𝗼𝗳𝘆𝗮𝗻 - akustik

Asal bandung dan klaim diri sebagai musisi kamar karna semua lagu dalam albumnya direkam di kamar sendiri. Tahun 1999 pernah proyek solo tapi karir musiknya ga berlanjut dan banting setir jad i desainer grafis kerja di perusahaan advertising. Setelah cukup mapan baru Adhitia kembali jadi musisi,

2. 𝗔𝗺𝗶𝗴𝗱𝗮𝗹𝗮 – folk

Band indie folk asal bandung yang dibentuk 2016 lalu. Dalam bahasa, amigdala merupakan satu bagian yang terdapat di otak berfungsi sebagai peluapan emosi.

3. 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮 – pop folk akustik

Band berisikan dua orang (mereka menolak disebut duo) awalnya proyek iseng diupload ke soundcloud tahun 2012. Musik mereka sempat dilabeli sebagai folk tapi ditepis dan menyebut diri mereka sebagai pengusung genre nelangsa pop. Mereka cukup sukses tiap perform hampir selalu dipadati penonton dan miliki penggemar setia. Sayangnya 2016 lalu memutuskan bubar setelah rilis album kedua.

4. 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘀𝘂𝗮𝗿𝗮 – alternatif rock folk pop blues

Band asal jakarta beranggotakan 6 org mulai aktif 2012 dan rilis album perdana 2015 lalu. Album perdana ini raih penghargaan “Karya Produksi Alternatif Terbaik” oleh Anugerah Musik Indonesia dan “Best Live Act” oleh Rolling Stone Editors’ Choice Award. Lagu Guna Manusia pada album kedua mayan unik karna bahas isu lingkungan termasuk banjir dan global warming. Lagu ini membawa mereka masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2019 kategori “Grup Alternatif Terbaik”.

5. 𝗖𝗵𝗲𝗿𝗿𝘆 𝗕𝗼𝗺𝗯𝘀𝗵𝗲𝗹𝗹 – pop

Bisa dibilang band asal bandung ini termasuk perintis awal musisi indie pop di tanah air. Dibentuk oleh 4 org pada 1995. Nama Cherry Bombshell terinspirasi ga sengaja waktu baca majalah yang membahas warna rambut idola mereka yaitu vokalis band Lush asal Inggris.

6. 𝗙𝗼𝘂𝗿𝘁𝘄𝗻𝘁𝘆 – folk

Beranggotakan 3 org band ini dibentuk 2010 lalu oleh Roby Satria yang merupakan personel band Geisha. Kata Sembilu pada single Zona Nyaman mungkin jadi istilah indie paling dikenal saat ini di tanah air. Lagu ini raih nominasi “Song of The Year” oleh Indonesian Choice Awards 2018. Nama Fourtwnty terisnpirasi dari kode internasional 420 yang berarti daun ganja. Kalo buat saya lagu Fana Merah Jambu yang paling masuk tapi ini menurut saya lho hehe.

7. 𝗘𝗳𝗲𝗸 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗞𝗮𝗰𝗮 – alternatif rock pop

Ga perlu diperkenalkan lagi bisa dibilang mereka musisi indie paling berpengaruh di negara ini. Total udah menghasilkan 3 album. Musik mereka soroti isu sosial di masyarakat pada semua lapisan. Mereka juga rutin menuliskan pemikiran di kolom khusus koran Kompas membahas aneka tema politik, budaya, toleransi, korupsi dll. Single Seperti Rahim Ibu khusus diciptakan untuk acara Mata Najwa dan rilis perdana pada episode Novel Baswedan dibawakan langsung di depan penonton Mata Najwa.

8. 𝗛𝗼𝗹𝗹𝘆𝘄𝗼𝗼𝗱 𝗡𝗼𝗯𝗼𝗱𝘆 – bossanova pop jazz

Dibentuk di bandung pada 2005 tujuan awalnya hanya tampil di pertunjukan kecil sekitar lingkungan pertemanan. Single perdana Kiss The Pain Away berhasil menang ajang LA Lights Indiefest 2006 & lambungkan nama mereka. Hal unik band ini raih lisensi buat gubah lagu Lovesong milik band The Cure.

9. 𝗦𝗼𝗿𝗲 – rock jazz pyschedelic

Band asal jakarta mulai aktif sejak 2004. Mereka penggemar berat The Beatles. Band ini miliki keunikan semuanya bertangan kidal dan tiap personelnya ambil bagian jadi vokalis di tiap album.

10. 𝗧𝗵𝗲 𝗔𝗱𝗮𝗺𝘀 – alternatif rock pop

Dibentuk di jakarta pada 2001 dengan nama Lonely Band, baru pada 2002 berubah jadi The Adams. 2019 lalu rilis album ketiga yang berjarak 13 tahun dari album kedua mereka.

11. 𝗧𝗵𝗲 𝗠𝗶𝗹𝗼 – instrumental funk electronica jazz soul

Dibentuk di bandung pada 1996 personelnya rekrutan dari band lain seperti Cherry Bombshell dan La Luna. Awalnya ini proyek sampingan karna personelnya udah punya band masing-masing. Sekilas lagu The Milo terasa mirip atmosfer tenang bikin kita ngelamun wkwk. Nama The Milo terinspirasi dari anjing peliharaan Mickey Mouse bernama milo. Ide ini dari Ajie Gergaji sang vokalis yang gemar nonton kartun.

12. 𝗪𝗵𝗶𝘁𝗲 𝗦𝗵𝗼𝗲𝘀 & 𝗧𝗵𝗲 𝗖𝗼𝘂𝗽𝗹𝗲𝘀 𝗖𝗼𝗺𝗽𝗮𝗻𝘆 – jazz funk pop

Judul: Kisah Dari Selatan Jakarta https://www.youtube.com/watch?v=Niu2W0DG2f4
Band asal jakarta aktif sejak 2002. Musik mereka dipengaruhi sountrack film indo periode 70an, jazz tahun 30an dan musik pop periode 60an. Nama White Shoes & The Couples Company idenya dari tren mode sepatu putih di sekolah tempat mereka ketemu.


0 Response to "Beberapa Musik Indie Yang Enak Didengar Untuk Menikmati Kopi dan Senjamu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel