"Operasi KA", Pulau Solomon dan Armada Kapal Perang Jepang VS Pasukan Sekutu
Sebuah konvoi yang mengantar 1.411 prajurit Jepang dari resimen ICHIKI serta beberapa ratus pasukan angkatan laut dari Pasukan Pendarat Khusus Angkatan Laut Yokosuka 5 diberangkatkan dengan tiga Kapal Angkut "berkecepatan lambat" dari Pangkalan Utama Jepang di Truk: Chuuk, pada 16 Agustus 1942 dengan tujuan Guadalkanal
Kapal-Kapal Angkut dikawal oleh Kapal Penjelajah Ringan Jintsū, delapan Kapal Perusak, dan empat Kapal Patroli, dipimpin oleh Laksamana Muda Raizo Tanaka, Jintsū juga sebagai kapal komando
Juga diberangkatkan dari Rabaul untuk membantu melindungi konvoi adalah "Kesatuan Perlindungan Dekat" yang terdiri dari empat Kapal Perusak dari Armada 8 Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di bawah komando Laksamana Madya Gunichi Mikawa
Ke-empat Kapal Perusak yang dikerahkan tersebut adalah Kapal-Kapal Perusak yang sebelumnya telah mengalahkan Armada Angkatan Laut Sekutu dalam Pertempuran Pulau Savo
Tanaka berencana mendaratkan pasukan di Guadalkanal pada 24 Agustus 1942
Pada 21 Agustus, armada kapal perang Jepang yang tergabung dalam "Operasi KA" berangkat dari Truk menuju ke selatan Kepulauan Solomon
Armada Kapal Perang Jepang secara garis besar dibagi menjadi Tiga Gugus:
*) Gugus Utama, terdiri dari Kapal Induk Jepang Zuikaku dan Shōkaku, Kapal Induk Ringan Ryūjō, ditambah armada pelindung yang terdiri dari satu Kapal Penjelajah Berat dan delapan Kapal Perusak di bawah komando Laksamana Madya Chuichi Nagumo dari atas Shōkaku
*) Gugus Barisan Depan, terdiri dari dua Kapal Tempur, tiga Kapal Penjelajah, satu Kapal Penjelajah Ringan, dan tiga Kapal Perusak di bawah komado Laksamana Muda Hiroaki Abe
*) Gugus Pelopor, terdiri dari lima Kapal Penjelajah Berat, satu Kapal Penjelajah Ringan, enam Kapal Perusak, dan sebuah Kapal Induk pesawat terbang laut Chitose, di bawah komando Laksamana Madya Nobutake Kondo
Kapal-Kapal Perang Jepang dibantu oleh sekitar 100 Pesawat Pengebom Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang berpangkalan di darat, Pesawat Tempur, dan Pesawat Pengintai dari Rabaul dan pulau-pulau yang berdekatan
Armada utama Nagumo diposisikan di belakang Gugus Barisan Depan dan Gugus Pelopor agar tetap terlindung dari Pesawat Pengintai Amerika Serikat
Menurut rencana Operasi KA, setelah Kapal Induk Amerika Serikat ditemukan oleh Pesawat Pengintai Jepang atau Amerika Serikat memulai serangan terhadap kapal-kapal Jepang, Kapal Induk Nagumo akan segera memberangkatkan kekuatan pemukul untuk menghancurkan mereka
Setelah Kapal-Kapal Induk Amerika Serikat dihancurkan atau dilumpuhkan, Gugus Barisan Depan Abe dan Gugus Pelopor Kondo akan mengakhirinya dengan menghancurkan Kapal-Kapal Perang Sekutu yang tersisa melalui sebuah pertempuran antar Kapal Perang
Armada Angkatan Laut Jepang lalu akan bebas menetralisir Lapangan Udara Henderson melalui bombardemen sambil melindungi pendaratan pasukan angkatan darat Jepang untuk mengambil alih Guadalkanal dan Tulagi
Sebagai reaksi atas pertempuran darat yang tidak diduga-duga antara Korps Marinir Amerika Serikat dan tentara Jepang di Guadalkanal pada 19-20 Agustus
Gugus Tugas Kapal Induk Amerika Serikat di bawah pimpinan Fletcher berlayar kembali menuju Guadalkanal dari posisi mereka di 400 mil, 640 km, sebelah selatan pada 21 Agustus
Pihak Amerika Serikat dimaksudkan untuk memberi dukungan kepada Marinir, melindungi Lapangan Udara Henderson, dan untuk menghadapi serta menghancurkan setiap Kapal Perang Jepang yang tiba untuk mendukung pasukan Jepang dalam pertempuran darat di Guadalkanal
Armada Angkatan Laut Sekutu dan Jepang terus berlayar saling mendekat satu sama lainnya pada 22 Agustus
Walaupun kedua belah pihak sama-sama mengutus Pesawat Pengintai, keduanya tidak berhasil menemukan satu sama lainnya
Namun setelah hilangnya paling tidak satu dari Pesawat Pengintai mereka, ditembak jatuh oleh pesawat terbang dari Enterprise sebelum dapat mengirimkan pesan radio, Jepang menduga dengan keras keberadaan Kapal-Kapal Induk Amerika Serikat di kawasan itu
Meskipun demikian, Amerika Serikat tidak mengetahui disposisi dan kekuatan Armada Kapal Perang Jepang yang sedang mendekat
Pukul 09.50 tanggal 23 Agustus, sebuah pesawat PBY Catalina Amerika Serikat yang berpangkalan di Ndeni, Kepulauan Santa Cruz melihat konvoi Tanaka
Menjelang sore, tanpa adanya penampakan lagi dari kapal Jepang, dua kesatuan pesawat terbang pemukul dari Saratoga dan Lapangan Udara Henderson lepas landas untuk menyerang konvoi Tanaka
Namun, Tanaka yang sudah menduga serangan akan tiba setelah kapal-kapalnya terlihat oleh Pesawat Pengintai, segera berbalik arah setelah pesawat-pesawat Catalina meninggalkan wilayah itu, sehingga serangan pesawat Sekutu gagal
Tanaka melapor ke para atasannya bahwa dirinya telah kehilangan waktu karena memerintahkan kapal-kapal berbelok ke utara untuk menghindari serangan udara Sekutu, pendaratan pasukan Jepang di Guadalkanal diundur hingga tanggal 25 Agustus
Pada pukul 18.23 tanggal 23 Agustus, setelah tidak ada lagi Kapal-Kapal Induk Jepang yang tampak, dan tidak ada laporan intelijen yang baru mengenai keberadaan Jepang di daerah itu
Fletcher melepaskan Kapal Induk USS Wasp, bahan bakar yang dimiliki tinggal sedikit, dikawal oleh kapal-kapal lainnya yang tergabung dalam TF18 menuju Efate yang jauhnya dua hari pelayaran untuk mengisi bahan bakar
Oleh karena itu, Wasp dan Kapal-(apal Pengawalnya tidak dapat ikut serta dalam pertempuran yang segera berlangsung
Pukul 01.45 tanggal 24 Agustus, Nagumo memerintahkan Laksamana Muda Chūichi Hara di atas Kapal Induk Ringan Ryūjō, bersama Kapal Penjelajah Berat Tone dan Kapal Perusak Amatsukaze dan Tokitsukaze untuk maju di depan Armada Utama Jepang, dan mengirimkan Pesawat-Pesawat Penyerbu ke Lapangan Udara Henderson Field pada saat fajar
Misi Ryūjō kemungkinan sebagai jawaban atas permintaan komandan Angkatan Laut Jepang di Rabaul, Nishizo Tsukahara
Misi tersebut dimaksudkan untuk membantu Armada Gabungan dalam menetralisir Lapangan Udara Henderson
Misi tersebut kemungkinan juga dimaksudkan Nagumo sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian Amerika Serikat, sehingga Armada Kapal Perang Jepang yang lain dapat mendekati Armada Angkatan Laut Amerika Serikat tanpa terdeteksi, sekaligus sebagai bantuan perlindungan dan tabir bagi konvoi Tanaka
Sebagian besar dari pesawat-pesawat di Shōkaku dan Zuikaku sudah bersiap-siap untuk lepas landas begitu ada peringatan Kapal-Kapal Induk Amerika Serikat sudah ditemukan
Antara pukul 05.55 dan 06.30, Kapal Induk Amerika Serikat khususnya, Enterprise, ditambah pesawat Catalina dari Ndeni, memberangkatkan Pesawat Pengintai untuk mencari Kapal-Kapal Perang Jepang
Pada pukul 09.35, sebuah pesawat Catalina untuk pertama kalinya melihat Armada Kapal Ryūjō
Masih pada pagi itu, Kapal Induk dan Pesawat Pengintai Amerika Serikat yang lainnya juga beberapa kali melihat Ryūjō dan Armada Kapal Kondo serta Mikawa
Sepanjang pagi dan siang hari, pesawat-pesawat Amerika Serikat juga melihat beberapa Pesawat Pengintai dan Kapal Selam Jepang
Penampakan tersebut menyebabkan Fletcher yakin pihak Jepang sudah tahu lokasi Kapal-Kapal Induk Sekutu
Namun sebetulnya, Jepang belum tahu
Fletcher masih ragu untuk memerintahkan serangan ke Gugus Kapal Perang Ryūjō hingga dirinya yakin betul bahwa tidak ada lagi Kapal-Kapal Induk Jepang yang ada di daerah itu
Meskipun belum jelas mengenai keberadaan atau lokasi Kapal-Kapal Induk Jepang lainnya, Fletcher pada pukul 13.40 memberangkatkan 38 pesawat terbang dari Saratoga untuk menyerang Ryūjō
Fletcher menyisakan pesawat-pesawat terbang di kedua kapal induk Amerika Serikat dalam keadaan siaga, kalau-kalau ada Armada Kapal Induk Jepang yang terlihat
Pukul 12.20, Ryūjō memberangkatkan enam Pesawat Pengebom "Kate" dan 15 Pesawat Tempur A6M Zero untuk menyerang Lapangan Udara Henderson bersamaan dengan datangnya serangan bantuan dari Rabaul yang berkekuatan 24 Pesawat Pengebom "Betty" dan 14 Pesawat Tempur Zero
Namun tanpa diketahui oleh pesawat-pesawat dari Ryūjō, pesawat-pesawat terhadang cuaca buruk dan harus kembali ke pangkalan mereka pada pukul 11.30
Pesawat-pesawat dari Ryūjō terdeteksi oleh radar di Saratoga ketika mereka terbang menuju Guadalkanal
Dari arah kedatangan mereka dapat dipastikan lokasi Kapal-Kapal Induk Jepang
Pesawat-Pesawat dari Ryūjō tiba di atas Lapangan Udara Henderson pada pukul 14.23
Ketika melakukan pengeboman, pesawat-pesawat Jepang harus menghadapi Pesawat-Pesawat Tempur dari Henderson, anggota Angkatan Udara Kaktus
Dalam pertempuran udara di atas Henderson, tiga Pesawat Pengebom Nakajima B5N Kate, 3 Pesawat Yempur Zero, dan 3 Pesawat Tempur Amerika Serikat ditembak jatuh, tetapi Lapangan Udara Henderson tidak menderita kerusakan yang berarti
Pada pukul 14.25, Pesawat Pengintai Jepang dari Kapal Penjelajah Chikuma melihat Kapal-Kapal Induk Amerika Serikat
Sebelum Pesawat Pengintai tersebut ditembak jatuh, awak pesawat sempat mengirim pesan radio, dan Nagumo segera memerintahkan pesawat-pesawat dari kesatuan pemukul untuk lepas landas dari Shōkaku dan Zuikaku
Gelombang pertama serangan Jepang berkekuatan 27 Pesawat Pengebom Tukik Aichi D3A"Val" dan 15 Pesawat Tempur Zero berangkat pukul 14.50 menuju Kapal Induk Amerika Serikat Enterprise dan Saratoga
Pada waktu yang bersamaan, dua Pesawat Pengintai Amerika Serikat akhirnya menemukan Armada Utama Jepang
Masalah komunikasi menyebabkan laporan penglihatan tersebut tidak pernah sampai ke Fletcher
Dua Pesawat Pengintai Amerika Serikat menyerang Shōkaku sebelum terbang menjauh, dan hanya menyebabkan kerusakan sepele
Gelombang kedua yang berkekuatan 27 Pesawat Pengebom Tukik Aichi D3A "Val" dan 9 Zero diluncurkan dari Kapal Induk Jepang pukul 16.00 dan terbang ke arah selatan menuju Armada Amerika Serikat
Gugus Barisan Depan Abe juga bergerak maju ke depan untuk mengantisipasi pertemuan dengan kapal-kapal Amerika Serikat setelah malam tiba
Saat itu juga Pesawat-Pesawat Tempur dari Saratoga tiba di atas Ryūjō dan memulai serangan
Ryūjō terkena 3 atau 5 bom, atau mungkin satu torpedo, dan menewaskan 120 awak kapal
Setelah rusak berat, Ryūjō ditinggalkan oleh para awak kapal ketika malam tiba, dan tidak lama kemudian tenggelam
Amatsukaze dan Tokitsukaze datang menolong awak kapal Ryūjō yang selamat berikut para penerbang yang terpaksa mendaratkan pesawatnya di laut ketika kembali ke Ryūjō dari misi menyerang kapal Sekutu
Pada waktu itu pula, beberapa Pesawat Pengebom B-17 tiba untuk menyerang Ryūjō yang sudah dalam keadaan lumpuh, tetapi tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut
Setelah operasi pertolongan selesai, kedua Kapal Perusak Jepang dan Tone kembali bergabung dengan Gugus Utama Nagumo
Pukul 16.02, ketika masih menunggu laporan pasti tentang lokasi Kapal-Kapal Induk Jepang, radar di Kapal Induk Amerika Serikat mendeteksi gelombang pertama pesawat Jepang
Dari dua Kapal Induk Amerika Serikat berangkat 53 Pesawat Tempur F4F Wildcat dengan dipandu oleh radar ke arah datangnya pesawat Jepang
Hanya segelintir dari Pesawat Tempur Wildcat yang dapat menemukan Pesawat Pengebom Jepang sebelum mereka memulai serangan terhadap Kapal-Kapal Induk Amerika Serikat
Penyebabnya adalah masalah komunikasi dan keterbatasan kemampuan sistem pengenalan kawan dan lawan pada radar, prosedur kontrol yang primitif, dan pentabiran yang efektif terhadap Pesawat Pengebom Jepang yang dilakukan pesawat-pesawat Zero yang bertugas sebagai pengawal
Persis sebelum Pengebom Tukik Jepang memulai serangannya, geladak Kapal Induk Enterprise dan Saratoga telah dibersihkan dari pesawat-pesawat untuk mengantisipasi kedatangan serangan Jepang
Pesawat-pesawat tersebut sudah berada dalam keadaan siap luncur di geladak, kalau-kalau terlihat Armada Kapal Induk Jepang
Pesawat-pesawat tersebut diperintahkan untuk terbang ke utara dan menyerang apa saja yang mereka dapat temui, atau terbang berputar di sekeliling zona pertempuran, hingga keadaan aman bagi mereka untuk kembali
Pengebom Tukik Jepang "Val" yang kemungkinan diterbangkan oleh Yoshihiro Lida, tertembak jatuh oleh tembakan antipesawat tepat di atas Kapal Induk Enterprise
Pada pukul 16.29, Pesawat-Pesawat Pengebom Tukik Jepang memulai serangan mereka
Walaupun beberapa di antaranya berusaha menyusun serangan terhadap Saratoga, mereka dengan cepat mengalihkan serangan ke Kapal Induk Enterprise yang berada di dekatnya
Enterprise dijadikan sasaran hampir semua pesawat Jepang
Dalam usaha nekat untuk mengacaukan serangan mereka, beberapa pesawat Wildcat terbang mengejar Pesawat-Pesawat Pengebom Jepang yang sedang melakukan serangan menukik, walaupun sedang ditembaki artileri antipesawat dari Enterprise dan kapal-kapal perang pelindungnya
Selain beberapa Pesawat Pengebom "Val" Jepang, sejumlah empat Pesawat Tempur Wildcat tertembak jatuh oleh tembakan antipesawat
Berkat tembakan antipesawat yang efektif dari kapal-kapal perang Amerika Serikat, dibantu manuver mengelak, bom-bom dari 9 Pesawat Val yang pertama gagal mengenai Enterprise
Namun pada pukul 16.44, sebuah Bom Penembus Perisai-Aksi Lambat menembus dek pesawat di dekat lift belakang dan melewati tiga lapis geladak sebelum meledak di bawah lambung, menewaskan 35 awak dan melukai 70 lainnya
Air laut yang masuk menyebabkan Enterprise agak miring ke salah satu sisi, tetapi ledakan tersebut tidak membahayakan integritas lambung kapal
Hanya dalam 30 detik kemudian, bom dari pesawat Val berikutnya jatuh persis 4,5 m, 15 feet, dari tempat jatuhnya bom pertama
Ledakan bom tersebut menyambar ke peti bubuk mesiu untuk meriam 5 inci yang berada di dekatnya, menewaskan 35 personel meriam yang berada di dekatnya dan menyebabkan kebakaran besar
Sekitar satu menit kemudian, pada pukul 16.46, bom ketiga dan terakhir jatuh mengenai Enterprise di geladak pesawat depan, tidak jauh dari tempat jatuhnya dua bom pertama
Bom tersebut jatuh langsung meledak, menyebabkan lubang sebesar 3 meter di geladak, tetapi tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut
Empat pesawat Val lainnya memisahkan diri dari kawanan yang menyerang Enterprise untuk menyerang Kapal Tempur Amerika Serikat North Carolina, tetapi semua bom yang dijatuhkan mereka luput, dan keempat Pesawat Val itu ditembak jatuh oleh tembakan anti pesawat atau Pesawat Tempur Amerika Serikat
Serangan udara Jepang berakhir pada pukul 16.48, dan pesawat Jepang yang selamat berkumpul dalam gugus-gugus kecil dan kembali ke kapal masing-masing
Kedua belah pihak mengira telah mengakibatkan kerusakan yang sangat besar di pihak lawan, tetapi perkiraan mereka sebetulnya jauh dari kenyataan
Pihak Amerika Serikat mengklaim telah menembak jatuh 70 pesawat terbang Jepang, meski sebetulnya hanya ada 42 pesawat Jepang yang diterbangkan dalam pertempuran
Kerugian pihak Jepang yang sebenarnya dalam pertempuran adalah 25 buah pesawat yang jatuh akibat berbagai sebab
Sebagian besar awak dari pesawat yang jatuh tidak dapat ditemukan kembali atau diselamatkan
Sebaliknya, pihak Jepang dengan salah mengira mereka telah menyebabkan kerusakan besar terhadap dua Kapal Induk Amerika Serikat, padahal hanya satu Kapal Induk yang rusak berat
Pihak Amerika Serikat kehilangan enam pesawat terbang dalam pertempuran
Sebagian besar dari awak pesawat dari pesawat yang jatuh dapat diselamatkan
Walau Enterprise rusak berat dan terbakar, regu pengendalian kerusakan di atas kapal mampu melakukan perbaikan-perbaikan yang cukup hingga kembali dapat melanjutkan operasi penerbangan pada pukul 17.46, hanya satu jam setelah pertempuran berakhir
Pada pukul 18.05, pesawat-pesawat dari kesatuan pemukul Saratoga kembali dari kapal induk Ryūjō yang sedang tenggelam, dan selamat mendarat tanpa ada insiden berarti
Gelombang Kedua pesawat-pesawat Jepang mendekati Kapal Induk Amerika Serikat pada pukul 18.15, tetapi tidak berhasil menemukan lokasi formasi armada Amerika Serikat disebabkan masalah komunikasi
Mereka akhirnya harus kembali ke Kapal Induk masing-masing tanpa menyerang satu pun kapal Amerika Serikat, dengan kerugian 5 pesawat jatuh dalam perjalanan akibat kecelakaan operasional
Sebagian besar Pesawat Kapal Induk Amerika Serikat yang diluncurkan persis sebelum serangan Gelombang Pertama Jepang, gagal menemukan sebuah sasaran pun
Namun, 5 TBF Avenger dari Saratoga melihat Gugus Pelopor Kondo dan menyerang Kapal Induk Pesawat Terbang Laut Chitose, dengan hasil dua bom nyaris telak yang mengakibatkan kerusakan berat terhadap kapal yang memang tidak dilengkapi perisai
Pesawat-pesawat Amerika Serikat yang berpangkalan di Kapal Knduk, mendarat di Lapangan Udara Henderson atau kembali ke Kapal Induk masing-masing setelah senja
Kapal-kapal Amerika Serikat mundur ke arah selatan untuk keluar dari jangkauan kapal-kapal perang Jepang yang sedang mendekat
Pada kenyataannya, Gugus Depan Abe dan Gugus Pelopor Kondo berlayar ke selatan untuk berusaha mengejar Gugus Tugas Kapal Induk Amerika Serikat, dan menantangnya dalam pertempuran laut, tetapi armada Jepang berbalik arah saat tengah malam tanpa pernah bertemu dengan kapal-kapal perang Amerika Serikat
Gugus Utama Nagumo juga mundur ke arah utara setelah menderita kerugian pesawat dalam jumlah besar, dan bahan bakar yang tinggal sedikit
25 Agustus, konvoi bala bantuan di bawah pimpinan Tanaka memprediksi dua Kapal Induk Amerika Serikat telah berhasil dilumpuhkan dalam pertempuran setelah mengalami rusak berat
Konvoi bala bantuan Jepang kembali dilayarkan menuju Guadalkanal dan telah berada dalam jarak 150 mil, 240 km, dari tujuan mereka pada pukul 08.00 tanggal 25 Agustus 1942
Pada waktu itu, konvoi Tanaka dikawal oleh 5 Kapal Perusak yang telah selesai bertugas membombardir Lapangan Udara Henderson dan menyebabkan kerusakan ringan di sana pada malam sebelumnya
Pukul 08.05, sejumlah 18 pesawat dari Lapangan Udara Henderson menyerang konvoi Tanaka, mengakibatkan kerusakan berat pada Jintsū, menewaskan 24 awak kapal, dan membuat Tanaka kehilangan kesadaran
Kapal Angkut Lasukan Kinryu Maru juga terkena dan akhirnya tenggelam
Ketika menghampiri Kinryu Maru untuk menolong para awak kapal dan prajurit, Kapal Perusak Jepang Mutsuki juga diserang oleh empat Pesawat B-17 dari Espiritu Santo yang berhasil menjatuhkan lima bom secara tepat di Mutsuki dan sekitarnya hingga tenggelam dengan segera
Tanaka sudah kembali sadar dan tidak terluka, walau terguncang
Setelah dipindahkan ke Kapal Perusak Kagerō, Tanaka memerintahkan Jintsū untuk kembali ke Truk, dan memimpin konvoi ke pangkalan Jepang di Kepulauan Shortland
Pihak Jepang dan Amerika Serikat keduanya memilih untuk menarik mundur secara total Kapal-Kapal Perang mereka dari daerah pertempuran, dan pertempuran berakhir
Sebelum akhirnya dipulangkan ke Truk pada 5 September 1942, kapal-kapal perang Jepang tetap berkeliaran di dekat utara Kepulauan Solomon, tetapi jauh dari jangkauan terbang pesawat-pesawat Amerika Serikat yang berpangkalan di Lapangan Udara Henderson
Pertempuran ini umumnya secara garis besar dianggap sebagai kemenangan strategis dan taktis bagi Amerika Serikat
Japanese menderita kerugian lebih banyak kapal, pesawat terbang berikut para penerbangnya, dan pengiriman pasukan bala bantuan Jepang untuk Guadalkanal tertunda
Mengenai pentingnya pertempuran ini, sejarawan Richard B. Frank menyimpulkan:
"Pertempuran Kepulauan Solomon Timur tidak diragukan lagi merupakan kemenangan Amerika, tetapi pertempuran ini hanya sedikit menyumbang bagi hasil jangka panjang, selain dari makin berkurangnya jumlah penerbang terlatih dalam skuadron Jepang. Pasukan bala bantuan Jepang yang tidak bisa didatangkan dengan kapal angkut berkecepatan tinggi, nantinya dikirim ke Guadalkanal dengan cara lain"
Pihak Amerika Serikat hanya kehilangan 7 awak pesawat dalam pertempuran ini
Sebaliknya, Jepang kehilangan 61 penerbang berpengalaman yang sulit diganti oleh Jepang karena keterbatasan kapasitas program pelatihan dan tidak adanya penerbang cadangan yang terlatih
Pasukan yang diangkut oleh konvoi Tanaka kemudian dipindahkan ke Kapal-Kapal Perusak di Kepulauan Shortland dan diantarkan ke Guadalkanal tidak sesuai dengan rencana, melainkan dalam beberapa kali konvoi yang tidak membawa sebagian besar peralatan berat mereka, mulai 29 Agustus 1942
Bukti dari nilai strategis Lapangan Udara Henderson dapat dilihat dari tenggelamnya Kapal Perusak Jepang Asagiri dan dua Kapal Perusak Jepang lainnya rusak berat pada 28 Agustus 1942 di Selat Georgia Baru, 70 mil, 130 km, sebelah utara Guadalkanal oleh pesawat-pesawat Amerika Serikat yang berpangkalan di lapangan terbang itu
Pertempuran memperebutkan Guadalkanal berlangsung tanpa ada pihak yang kalah atau menang selama dua bulan lamanya, termasuk perang darat yang sengit di Punggung Bukit Edson pada 13 September 1942, dan pertempuran laut skala besar di Tanjung Esperance pada awal Oktober
Kapal Induk Enterprise berlayar ke Pearl Harbor untuk menjalani perbaikan besar, dan diselesaikan pada 15 Oktober 1942
Enterprise kembali ke Pasifik Selatan pada 24 Oktober 1942, tepat waktu untuk turut serta dalam Pertempuran Kepulauan Santa Cruz dan pertempuran ulang melawan Shōkaku dan Zuikaku
1) USS Enterprise sedang melakukan manuver tajam di tengah serangan udara Jepang dan kebakaran yang terjadi di atas kapal, 24 Agustus 1942, ampak ledakan di udara dari peluru antipesawat yang ditujukan ke arah Pengebom Tukik Jepang yang sedang menyerang
2) Meriam kaliber 5 inci:127 mm, yang rusak di Kapal Induk Enterprise, foto ini diambil setelah pertempuran berakhir

0 Response to ""Operasi KA", Pulau Solomon dan Armada Kapal Perang Jepang VS Pasukan Sekutu"
Post a Comment